Saat memilih payment gateway, biaya sering jadi pertimbangan pertama — tapi angka yang tertulis di halaman harga belum tentu angka yang benar-benar kamu bayar. Artikel ini menjelaskan komponen biaya payment gateway di Indonesia, standar MDR QRIS dari Bank Indonesia, dan cara menghitung total biaya untuk skala bisnis kamu.
Apa itu MDR?
MDR (Merchant Discount Rate) adalah persentase yang dipotong dari setiap transaksi sukses. MDR dibagi antara penerbit (bank/e-wallet pembayar), acquirer/PJP, lembaga switching, dan payment gateway yang kamu pakai. Untuk QRIS, Bank Indonesia menetapkan MDR acuan: 0,7% untuk merchant reguler; untuk usaha mikro 0% pada transaksi sampai Rp500.000 dan 0,3% di atasnya; serta tarif khusus untuk pendidikan, SPBU, dan bansos. Payment gateway lalu menambahkan margin layanan di atas tarif dasar itu — karena itulah MDR QRIS lewat payment gateway umumnya berkisar 0,7% sampai 2%.
Komponen biaya yang perlu dicek
| Komponen | Umumnya | Yang perlu ditanya |
|---|---|---|
| Biaya pendaftaran / setup | Rp0 – Rp500.000 | Sekali bayar atau per toko? |
| Biaya bulanan / minimum | Rp0 – Rp250.000 | Ada minimum volume? |
| MDR QRIS | 0,7% – 2% per transaksi | Dipotong dari nominal atau ditagih terpisah? |
| Biaya e-wallet (DANA/OVO/ShopeePay) | 1,5% – 2% | Sama dengan QRIS atau berbeda? |
| Biaya settlement / withdraw | Rp2.500 – Rp6.500 + 0–1% | Per penarikan atau per hari? |
| Biaya transaksi gagal / expired | Biasanya Rp0 | Pastikan tidak dikenakan |
| Biaya callback / API call | Rp0 | Ada batas request per bulan? |
| PPN 11% atas fee | Ada / termasuk | Fee sudah termasuk PPN atau belum? |
Simulasi: toko dengan 300 transaksi/bulan
Misal rata-rata transaksi Rp50.000, total volume Rp15.000.000 per bulan, penarikan saldo 4 kali sebulan.
| Skema | MDR | Withdraw | Bulanan | Total biaya/bulan |
|---|---|---|---|---|
| Gateway A: MDR 0,7% + Rp100.000/bulan + WD Rp5.000 | Rp105.000 | Rp20.000 | Rp100.000 | Rp225.000 |
| Gateway B: MDR 1,5% + WD Rp6.500 | Rp225.000 | Rp26.000 | Rp0 | Rp251.000 |
| NasionalPay: MDR 2% + WD 1%+Rp4.500 | Rp300.000 | Rp18.000 + Rp150.000 | Rp0 | Rp468.000 |
Terlihat bahwa pada volume Rp15 juta/bulan, skema MDR rendah dengan biaya bulanan bisa lebih murah. Sebaliknya, untuk toko yang baru mulai (volume di bawah Rp3–5 juta/bulan) atau musiman, skema tanpa biaya tetap seperti NasionalPay lebih aman karena kamu hanya bayar saat ada transaksi. Hitung dengan angka bisnis kamu sendiri, bukan angka contoh.
Biaya tersembunyi yang sering terlewat
- Settlement H+1 atau H+2: uang tertahan di gateway 1–2 hari. Untuk bisnis top up game atau produk digital yang butuh perputaran cepat, settlement instan bernilai lebih dari selisih MDR 0,5%.
- Minimum withdraw tinggi (mis. Rp100.000+) membuat saldo kecil mengendap.
- Fee berbeda per channel: QRIS 0,7% tapi ShopeePay/DANA 2%, padahal pelanggan kamu mayoritas bayar lewat e-wallet.
- Biaya ditagih di luar (invoice bulanan) sehingga saldo terlihat utuh tapi kamu punya tagihan terpisah.
- Syarat badan usaha (PT/CV) dan deposit awal untuk membuka akun.
Struktur biaya NasionalPay (transparan)
- Pendaftaran & bulanan: Rp0. Tidak ada minimum volume, tidak butuh PT untuk mendaftar.
- MDR QRIS & DANA: 2% per transaksi sukses, dipotong otomatis; 1% untuk merchant volume besar (Enterprise).
- Withdraw ke BCA, BRI, BNI, DANA, ShopeePay: 1% + Rp4.500 per penarikan, ditampilkan sebelum kamu konfirmasi.
- Transaksi expired/gagal: Rp0. Payout gagal dikembalikan penuh ke saldo.
- Settlement: saldo bertambah instan saat pembayaran sukses, bisa ditarik kapan saja.
Kesimpulannya: bandingkan total biaya per bulan pada volume kamu, bukan MDR saja. Untuk volume kecil-menengah dan kebutuhan dana cepat, skema tanpa biaya tetap dan settlement instan biasanya lebih menguntungkan; untuk volume puluhan juta per bulan, negosiasikan MDR lebih rendah.